11 Jenis Pupuk Kimia yang Digunakan oleh Para Petani

Eiji

Jenis pupuk kimia – Apa yang dimaksud dengan pupuk kimia? Pupuk kimia adalah salah satu faktor yang penting untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas hasil pertanian. Pupuk kimia mempunyai berbagai macam jenis yang mengandung nutrisi yang memang dibutuhkan oleh tanaman seperti nitrogen, fosfor, dan juga kalium.

Jenis dari pupuk kimia ini bisa memberikan manfaat yang besar untuk meningkatkan pertumbuhan tanaman, mempercepat masa panen, dan juga untuk meningkatkan hasil produksi. Namun, penggunaan pupuk kimia juga mempunyai beberapa dampak negatif terhadap lingkungan dan juga kesehatan manusia.

Jenis – Jenis Pupuk Kimia

1. Pupuk NPK Phonska

Pupuk NPK Phonska ini diproduksi oleh BUMN yaitu PT. Petrokimia Gresik yang merupakan sebuah produsen pupuk terbesar di negara Indonesia.

Pupuk NPK Phonska ini adalah jenis pupuk yang disubsidi oleh pemerintah sehingga harganya juga memang lebih murah. Pupuk ini merupakan jenis pupuk NPK yang paling sering sekali digunakan oleh para petani.

2. Pupuk ZA

Pupuk ZA ini merupakan sejenis pupuk nitrogen dengan mempunyai kadar yang cukup rendah. Pupuk ZA ini mengandung amonia 20% dan juga mengandung belerang 23%. Pupuk ZA ini mempunyai warna oranye dan putih serta berbentuk kristal.

Pupuk ZA ini mudah sekali larut dalam air dan tidak akan menghisap air. Kandungan senyawa kimia dari pupuk ZA ini stabil sehingga tahan disimpan dengan jangka waktu yang lama. Pupuk ZA ini bisa diaplikasikan pada semua jenis jenis tanaman.

Baca Juga :  Pupuk Kompos sebagai Alternatif Ekonomis dalam Mengelola Limbah Organik di Perkotaan

3. Pupuk Urea

Pupuk urea merupakan pupuk nitrogen dengan mempunyai kadar yang tinggi. Nitrogen ini merupakan sebuah unsur hara makro yang memang diperlukan oleh tanaman.

Warna dari pupuk urea ini adalah putih dengan bentuk kristal dan juga mudah larut di dalam air dan juga mudah menghisap air, oleh sebab itulah pupuk ini harus disimpan di tempat yang kering dan juga tempat tertutup rapat.

4. Pupuk Kalium Sulfat

Pupuk ini merupakan salah satu pioneer pupuk kalium di negara Indonesia. Pupuk kalium sulfat ini merupakan pupuk majemuk yang mengandung bahan kalium oksida dan asam belerang, pupuk ini secara umum juga dikenal dengan sebutan nama ZK.

Pupuk ZK ini berbentuk butiran kecil dan mempunyai warna putih. Pupuk ini bersifat hrigroskopis dan juga bereaksi asam pada saat diaplikasikan ke dalam tanah.

5. Pupuk Kalium Klorida

KCl ini merupakan pupuk jenis kalium klorida yang paling umum yang sering digunakan oleh para petani. Biasanya, pupuk KCl ini berwarna putih atau berwarna merah.

Pupuk ini cocok sekali diaplikasikan pada tanaman yang toleran terhadap Cl dan juga sangat cocok diaplikasikan pada tanah dengan mempunyai kandungan Cl yang rendah.

6. Pupuk Dolomit

Pupuk dolomit ini secara umum diaplikasikan untuk digunakan dalam mengapur tanah yang asam, pupuk ini mengandung bahan kalsium oksida dan juga magnesium oksida 47% dan kalsium karbonat serta mempunyai magnesium karbonatnya 85%.

7. Kapur Tohor

Kapur tohor ini merupakan sebuah hasil pembakara dari kapur mentah (kalsium karbonat atau CaCO3) pada suhu ±90℃. Kapur ini digunakan untuk bisa menaikkan pH tanah, selain itu juga kapur ini berfungsi untuk meningkatkan ketersediaan hara dan menetralisir senyawa yang beracun.

Baca Juga :  Panduan Lengkap: 5 Tips Pemupukan yang Tepat untuk Tanaman Anggur yang Sehat dan Produktif

8. Pupuk Daun

Pupuk daun merupakan pupuk pelengkap yang secara umum biasanya diaplikasikan dengan cara menyemprotkan ke daun dan ke seluruh bagian dari tanaman.

Pupuk akar secara umum hanya mengandung sebuah unsur hara makro saja, sementara unsur hara mikro juga esensial untuk tanaman, jadi pemberian pada pupuk daun ini sebaiknya dilakukan untuk bisa memenuhi kebutuhan kebutuhan unsur hara mikro tanaman.

9. Pupuk Phospat

Pupuk phospat ini merupakan sebuah pupuk yang sering sekali digunakan oleh para petani yaitu pupuk TSP, SP 36, dan SP 18. Unsur P ini biasanya terdapat di seluruh sel tanaman yang biasanya akan bisa menyusun jaringan jaringan tanaman seperti fitin, asam nukleat dan juga fosfolipida.

10. Pupuk NPK Basf 15-15-15

Pupuk NPK Basf 15-15-15 ini merupakan jenis pupuk majemuk yang mengandung 5 unsur makro dan juga mikro yang dibutuhkan oleh tanaman. Pupuk ini biasnya berwarna biru pudar berbentuk granul dan juga biasanya dikemas dengan menggunakan plastik.

11. Pupuk NPK Mutiara 16-16-16

Pupuk NPK Mutiara 16-16-16 ini berwarna biru langit dan juga berbentuk granul, serta mudah sekali larut di dalam air. Pupuk mutiara ini digunakan pada semua tanaman termasuk juga tanaman pangan, sayuran, dan juga perkebunan. Kandungan utama dari pupuk ini yaiti N (16%), P (16%) dan K (16%).

kekurangan penggunaan pupuk kimia

  1. Menurunkan kualitas tanah
  2. Merusak lingkungan.
  3. Menyebabkan ketidakseimbangan nutrisi.
  4. Biaya yang tinggi.
  5. Dampak negatif terhadap kesehatan.

Dalam meningkatkan sebuah produktivitas tanaman, penggunaan pupuk kimia memang sangat penting. Namun, dengan penggunaannya yang tidak terkendali bisa berdampak cukup buruk pada lingkungan dan juga kesehatan manusia. Oleh karena itulah, sangat penting bagi petani dan produsen pupuk untuk bisa memahami jenis pupuk kimia yang akan digunakan dan dosis yang tepat.

Baca Juga :  Studi Kasus Dampak Kenaikan Harga Pupuk Urea Non-Subsidi 50 kg pada Produktivitas Pertanian

Artikel Terkait

Bagikan:

Tags