Pertanian Organik: Pilihan yang Baik untuk Kesehatan Lingkungan dan Konsumen

Eiji

Pertanian organik merupakan salah satu dari metode produksi pertanian dengan menggunakan bahan alami dan menghindari penggunaan pestisida dan juga bahan kimia sintetik. Metode yang satu ini memperhatikan keseimbangan lingkungan dan juga kesehatan manusia. Pertanian organik mempunyai banyak sekali manfaat bagi lingkungan dan juga konsumen, yaitu seperti mengurangi polusi lingkungan, meningkatkan kualitas tanah dan juga air, serta bisa memberikan makanan yang lebih sehat bagi para konsumen.

Namun, masih banyak sekali hambatan yang dihadapi dalam penerapan pertanian organik ini, yaitu seperti masalah ekonomi dan juga kurangnya informasi dan edukasi. Pada artikel kali ini, kami akan membahas tentang pengertian, prinsip-prinsip, metode, dan hambatan yang ada di dalam pertanian organik, serta prospek ke depan dari metode yang satu ini.

Pertanian organik adalah teknik budidaya pertanian yang mengandalkan dari bahan-bahan alami tanpa menggunakannya bahan-bahan kimia sintetis. Tujuan utama pertanian organik ini yaitu untuk menyediakan produk-produk dari pertanian, terutama pada bahan pangan yang aman bagi kesehatan produsen dan juga bagi para konsumennya serta tidak merusak lingkungan. Organik menurut SNI -01-6729  dan Permentan 64 Tahun 2013  ini berkaitan tentang Pangan Organik adalah pelabelan yang menyatakan bahwa suatu produk sudah diproduksi dengan sesuai standar di sistem produksi organik dan juga disertifikasi oleh otoritas ataupun lembaga sertifikasi resmi.

Prinsip Pertanian Organik

Sebelum melakukan penanaman dengan menggunakan sistem organik ini ada beberapa prinsip yang harus para petani penuhi. Dengan berdasarkan prinsip perinsip ini para petani dengan secara tidak langsung mengikuti program pengkamapanyean untuk menghindari penggunaan bahan bahan kimia untuk kesehatan lingkungan.

Baca Juga :  Inilah Alasan Kenapa Fungsi Pupuk TSP Adalah Kunci Sukses Pertanian

1. Prinsip Kesehatan

Dalam bertani organik ini para petani dituntut harus untuk meningkatkan dan juga memperhatika kesuburan tanah, hewan, manusia, tanaman sebagai kesatuan yang utuh yang tidak bisa uuntuk dibagi ataupun dipisahkan.

2. Prinsip Ekologi

Setiap dari kegiatan pertanian juga harus berpaku dengan sistem dan juga siklus ekologi kehidupan. Bekerja dengannya, melampauinya, mempertahankan, dan juga harus berusaha tetap memelihara sistem dan juga siklus ekologi dari kehidupan.

3. Prinsip Keadilan

Dalam prinsip yang ketiga ini di haruskannya para petani organik dalam membangun hubungan yang menjamin dari peluang hidup, keadilan dengan lingkungan, dan juga tidak lupa akan menjamin kesempatan hidup bersama.

4. Prinsip Kepedulian dan Perlindungan

Pengelolaan pertanian organik ini harus dengan penuh kehati-hatian serta dipenuhi dengan tanggung jawab untuk selalu melindungi kesehatan dan serta selalu menjaga kesejahteraan sekarang ataupun yang akan mendatang beserta lingkungan.

Keuntungan dalam Sistem Pertanian Organik

  • Meningkatan aktivitas organisme yang bisa menguntungkan bagi tanaman.
  • Meningkatkan cita rasa dan juga kandungan gizi.
  • Meningkatkan ketahanan dari serangan dan organisme pengganggu lainnya.
  • Memperpanjang unsur simpan dan juga bisa memperbaiki struktur.
  • Membantu dalam mengurangi erosi.

Metode pertanian organik:

1. Tanaman hidroponik

yaitu menanam tanaman dalam air yang diberi nutrisi yaitu melalui bahan organik seperti kotoran hewan ataupun pupuk kompos.

2. Tanaman dengan media tanah

menggunakan bahan-bahan yang alami seperti kotoran hewan, tanah liat, dan juga pasir sebagai media tanam untuk bisa menumbuhkan tanaman.

3. Penggunaan bahan organik sebagai pupuk

memanfaatkan bahan organik seperti kotoran hewan, sisa tanaman, dan juga pupuk kompos untuk memberikan nutrisi pada tanaman.

4. Metode budidaya tanaman dengan menggunakan siklus hidup tumbuh-tumbuhan

Baca Juga :  Pemahaman Mendalam tentang Jenis-jenis Pupuk yang Mempercepat Pertumbuhan Tanaman Tembakau

mengikuti siklus hidup tumbuhan dan juga memanfaatkan bahan organik alami untuk bisa menjaga keseimbangan ekosistem pada lahan pertanian.

5. Metode budidaya tanaman dengan menggunakan pola tanam terpadu

menggabungkan dari beberapa jenis tanaman dan juga hewan dalam satu lahan pertanian untuk bisa meningkatkan produktivitas dan juga menjaga keseimbangan ekosistem.

Faktor yang perlu diperhatikan dalam pertanian organik

  1. Keragaman daur-ulang limbah organik dan juga pemanfaatannya untuk bisa memperbaiki sifat fisik, kimia, dan juga biologi tanah.
  2. Memadukan sumber daya organik dan juga anorganik pada sistem pertanian di lahan basah dan juga di lahan kering.
  3. Mengembangkan sistem pertanian berwawasan konservasi di lahan basah dan juga di lahan kering.
  4. Memanfaatkan bermacam – macam jenis limbah sebagai salah satu sumber nutrisi tanaman.
  5. Reklamasi dan juga rehabilitasi lahan dengan menerapkan sebuah konsep pertanian organik.
  6. Perubahan dari tanaman semusim bisa menjadi tanaman keras di lahan yang kering harus dipadukan dengan pengembangan ternak, pengolahan minimum dan juga sebagai pengolahan residu pertanaman.
  7. Mempromosikan pendidikan dan juga pelatihan bagi penyuluh pertanian untuk bisa memperbaiki citra dan juga tujuan pertanian organik.
  8. Memanfaatkan kotoran ternak yang berasal dari unggas, babi, ayam, itik, kambing, dan juga kelinci sebagai sumber untuk pakan ikan.

Jadi, Pertanian organik merupakan cara untuk memproduksi tanaman dan juga ternak yang bertanggung jawab dan berkelanjutan. Dengan menghindari penggunaan dari bahan bahan kimia dan mempertahankan keseimbangan alam, pertanian organik bisa memastikan kualitas dan keselamatan produk yang akan dihasilkan. Selain itu juga, pertanian organik bisa menjaga lingkungan dan juga kesehatan petani serta para konsumen.

Namun, pertanian organik ini memerlukan waktu dan juga usaha yang lebih besar jika dibandingkan pertanian tradisional. Namun, upaya ini akan bisa terbayar dengan hasil produksi nya yang lebih baik dan menghasilkan lingkungan yang lebih sehat. Oleh karena itu, penting bagi kita semua untuk bisa terus mendukung dan terus mengembangkan pertanian organik demi masa depan yang lebih baik.

Baca Juga :  Pupuk Urea Non-Subsidi 50 kg Alternatif Harga Terjangkau untuk Petani di Era Inflasi

Artikel Terkait

Bagikan:

Tags