Mengenal Alat dan Mesin Pembersihan Pasca Panen

Eiji

Alat dan Mesin Pembersihan – Kegiatan pasca panen merupakan kegiatan yang bertujuan untuk mempertahankan produk agar produk tetap segar dan fresh ketika sampai ke tangan konsumen. Selain itu kegiatan pasca panen juga dilakukan agar mampu menekan angka losses atau kehilangan karena penyusutan, kerusakan,memperlama daya simpan dan meingkatkan nilai ekonomis hasil pertanian.

Kegiatan pasca panen ini seharusnya dilakukan oleh para petani, packing house maupun para pedagang. Kegiatan pasca panen dapat dilakukan secara tradisional maupun menggunakan peralatan atau mesin. Adapun kegiatan pasca panen biasanya meliputi kegiatan pembersihan, sortasi, dan grading yang bertujuan untuk menekan kerugian dan kegagalan produksi serta dapat menghasilkan produk yang berkualitas dan bermutu tinggi.

Alat dan Mesin Pembersihan

Pembersihan merupakan suatu proses atau kegiatan membuang benda asing atau yang tidak sejenis dengan produk hasil pertanian. Kegiatan pembersihan memang terlihat seperti kegiatan yang sederhana namun mampu memberikan dampak dan manfaat yang sangat besar bagi mutu dan kualitas dari produk hasil pertanian.

Kegiatan pembersihan sendiri bertujuan untuk menghilangkan kotoran, benda asing, dan benda lain yang tidak dikehendaki yang nempel atau terbawa pada hasil pertanian setelah selesai proses panen. Berikut kotoran atau benda asing yang dapat menempel atau terbawa pada produk hasil pertanian pasca panen, antara lain :

  • Mineral (tanah, batu, minyak )
  • Logam (besi)
  • Tanaman lain (daun, biji, kulit)
  • Binatang (rambut/bulu, tulang, darah, larva,serangga)
  • Zat kimia aktif (pupuk,pestisida,herbisida)

Kebersihan memiliki pengaruh yang tinggi terhadap penampakan dari produk hasil pertanian. Sehingga sebelum dilakukan proses lebih lanjut, produk hasil pertanian wajib hukumnya untuk dibersihkan terlebih dahulu dari kotoran-kotoran dan bagia-bagian yang tidak bernilai atau tidak diperlukan.

Proses pembersihan sendiri bisa dilakukan dengan menggunakan air, namun yang harus diperhatikan adalah air yang digunakan harus jernih, tidak berwarna dan tidak berbau. Kegiatan pembersihan dikelompokan menjadi pembersihan cara kering (dry cleaning methods) dan pembersihan cara basah (wet cleaning methods).

Baca Juga :  7 Alat Bajak Modern yang Meningkatkan Efisiensi Pertanian: Mengolah Tanah dengan Teknologi Terkini

Pembersihan Cara Kering (Dry Cleaning Methods)

Sesuai dengan namanya permbersihan cara kering ini tidak akan menyebabkan produk hasil pertanian menjadi basah. Cara ini cocok digunakan untuk membersihkan produk hasil pertanian untuk bahan tepung dan biji-bijian kering. Keuntungan dari penggunaan cara ini adalah dapat mengemat biaya.

Sedangkan kekurangan pembersihan cara kering ini yaitu menghasilkan kotoran dalam bentuk debu yang berterbangan sehingga jika penataan pabrik yang tidak baik dapat terjadi rekontaminasi atau yang lebih parah dapat menyebabkan terjadinya letupan atau ledakan karena debu. Alat dan mesin yang termasuk kedalam pembersihan cara kering diantaranya adalah : Ayakan, Mesin Pembersihan secara Abrasi, Mesin Pembersihan secara Aspirasi dan Mesin Pembersihan secara Magnetik.

1. Mesin Pengayakan
Pengayakan merupakan suatu proses pemisahan bahan yang berdasarkan ukuran lubang pada kawat yang terdapat pada mesin ayakan. Cara kerjanya yaitu bahan yang lebih kecil dari lubang ayakan akan masuk dan bahan yang ukurannya lebih besar dari lubang ayakan akan tertahan di permukaan mesin ayakan.

Menurut Fellows (1990) pengayakan adalah suatu unit oeprasi dimana suatu campuran dari berbagai jenis ukuran partikel padat dipisahkan kedalam dua atau lebih bagian-bagian kecil dengan cara melewatkannya diatas ayakan (screen). Manfaat lain dari dilakukannya proses pengayakan yaitu untuk mempersiapkan produk (feed) yang memiliki ukurang yang sesuai agar bisa langsung masuk ketahap selanjutnya. Faktor-faktor yang harus diperatikan dalam pemilihan screen, yaitu:

  • Kapasitas dan kecepatan hasil yang diinginkan
  • Kisaran ukuran (size range) produk
  • Sifat bahan, densitas dan kemudahan mengalir
  • Unsur bahan yang berbahaya, seperti mudah terbakar dan debu yang ditimbulkan
  • Ayakan kering atau basah

Berikut beberapa alat dan mesin pengayakan yang sering digunakan.

a. Grizzly Screen

Grizzly Screen merupakan jenis ayakan statis, diamana produk hasil pertanian ayang akan diayak mengikuti aliran dengan kondisi kemiringan tertentu. Grizzly Screen berbentuk kisi –kisi yang terbuat dari batangan-batangan logam yang sejajar serta dipasang pada kerangka stationer yang miring. Tingkat kemiringan ayakan bertujuan agar memudahkan pengeluaran partikel kasar. Grizzly Screen berputar dengan kecepatan rendah yaitu 15-20 rpm.

Baca Juga :  Revitalisasi Pertanian: 5 Contoh Pemanfaatan IoT untuk Meningkatkan Produktivitas Tanaman

b. Vibrating Screen

Virating Screen merupakan jenis ayakan dinamis dengan permukaan berbentuk horizontal dan miring. Ayakan jenis ini digerakan pada frekuensi 1000 sampai 7000 Hz. Vibrating Screen memiliki kapasitas yang tinggi dengan tingkat efisiensi pemisahan yang baik dan dapat digunakan untuk range yang lebih luas.

c. Reciprocating Screen

Reciprocating merupakan jenis ayakan dinamis dengan gerakan menggoyang yang bergerak dengan frekuensi 20-200 Hz. Ayakan jenis ini sering digunakan untuk produk hasil pertanian yang berukuran kecil dan kering.

d. Oscillating Screen

Oscillating Screen merupakan jenis ayakan dinamis yang digerakan pada frekuensi yang lebih rendah dari Vibrating Screen dan lebih tinggi dari Reciprocating Screen yaitu pada frekuensi 100-400 Hz. Dengan waktu pengayakan yang lebih lama.

e. Trommel Screen

Trommel Screen merupakan jenis ayakan yang biasanya digunakan dalam industri skala besar. Ayakan jenis ini berbentuk tabung silinder yang digunakan untuk mengayak produk hasil pertanian atau material yang berukuran 5.5 – 6 mm.

f. Revolving Screen

Revolving Screen merupakan jenis ayakan dinamis yang ditempatkan pada posisi miring dan berotasi pada kecepatan rendah 10-20 rpm. Alat ini biasanya digunakan untuk mengayak produk atau bahan-bahan basah dan relatif kasar.

2. Mesin Pembersihan Secara Abrasi

Pembersihan yang dilakukan dengan cara abrasi sering digunakan untuk membersihkan kotoran yang melekat atau menempel dengan kuat pada permukaan produk hasil pertanian atau bahan pangan. Contoh pembersihan secara abrasi dilakukan ketika mengupas kentang (menghilangkan kotoran yang menempel pada permukaan kulit kentang dan sekaligus kulit kentang itu sendiri) dan pembersihan pada lapisan permukaan yang berwarna coklat pada daging kelapa.

Pengupasan buan dan sayur dikatakan efisien apabila daging buah yang terbuang sedikit. Pengupasan buah dan sayur biasanya menggunakan alat bantu berupa pisau yang terbuat dari besi, baja dan stainlessteel. Pengupasan bahan pangan dalam skala besar biasanya menggunakan bantuan alat dan mesin pengupas. Mesin pengupas ini dapat bekerja secara continus sehingga pekerjaan pengupasan bisa lebih efisien.
Contoh mesin pengupas yang sering digunakan adalah mesin pengupas biji kopi.

Baca Juga :  6 Peralatan Wajib untuk Memulai Budidaya Hidroponik: Panduan Lengkap

3. Mesin Pembersihan Secara Aspirasi

Pembersihan dengan cara aspirasi merupakan pembersihan kotoran atau kontamin yang menempel pada bahan utama dengan menggunakan udara yang mengalir dengan berdasarkan pada perbedaan berat. Cara kerja dari sistem pembersihan secara aspirasi adalah produk atau bahan yang akan dibersihkan dialirkan melalui saluran udara yang diatur seemikian rupa sehingga terjadi pemisahan antara bahan atau produk dengan kotoran berdasarkan pada beratnya, benda yang lebih ringan akan terbang di udara sedangkan yang berat akan terjatuh kebawah.

Sistem permbersihan secara aspirasi banyak digunakan untuk membersihkan hasil panen padi dan pembersihan produk bawang-bawangan. Contoh alat dan mesin yang memanfaatkan sistem aspirasi ini adalah mesin pengupas gabah atau husker. Mesin husker merupakan mesin yang terdiri dari unit pengupas gabah, unit pembersih dan motor penggerak. Mesin ini berfungsi untuk mengupas gabah dan menghembuskan sekam agar dapat terpisah dari berasnya.

4. Mesin Pembersih Secara Magnetik

Sesuai dengan namanya mesin pembersih magnetik ini hanya dapat digunakan untuk memisahkan atau membersihkan produk berdasarkan pada sifat magnet nya. Pembersihan dengan menggunakan sistem magnet sering juga disebut dengan sistem metal detector. Contoh pembersihan yang menerapkan sistem magnetik ini yaitu pada proses penepungan gandung menjadi tepung terigu.

Pada proses ini diperlukan penggilingan yang ekstensif sehingga kemungkinan akan terjadinya kontaminasi bahan-bahan logam seperti pecahan, serpihan atau serbuk logam. Pembersihan produk atau bahan dengan cara ini sangat efektif untuk memisahkan kontamin logam atau bahan-bahan lain yang memiliki sifat magnetis. Adapun magnet yang digunakan bisa berupa magnet alam (magnet permanen) dan magnet buatan (elektromagnet).

Demikian pembahasan kali ini mengenai alat dan pembersihan pasca panen. Pada ulasan kali ini hanya bisa membahas sampai pembersihan cara kering. Untuk pembersihan cara basah akan kita bahas di artikel selanjutnya. Semoga bermanfaat!

Artikel Terkait

Bagikan: