Alat dan Mesin Pemupukan dalam Industri Pertanian

Eiji

Alat dan Mesin Pemupukan – Istilah pemupukan merupakan suatu usaha untuk memasukan zat atau unsur hara kedalam tanah yang bertujuan untuk menambahkan zat tersebut agar pertumbuhan tanaman bisa lebih maksimal.

Pemberian pupuk dapat dilakukan dengan melalui batang atau daun sebagai larutan. Pemberian pupuk diperlukan apabila kondisi tanah sudah miskin akan kandungan zat hara. Kekurangan zat hara di dalam tanah dapat disebabkan oleh terjadinya pencucian tanah oleh air hujan atau air irigasi terutama terjadi pada daerah tanah yang berpasir.

Kekurangan unsur atau zat hara pada tanaman dapat diperbaiki dengan cara pemberian pupuk dengan dosis yang tepat pada tanaman. Pemberian pupuk juga dapat membantu meningkatkan hasil produksi pertanian. Dengan pemberian pupuk yang tepat dapat membantu menyuburkan tanaman dan meningkatkan hasil hasil panen pertanian.

Pemberian pupuk dengan cara yang tepat merupakan hal yang sangat penting. Agar pupuk dapat dimanfaat oleh tanaman dengan baik, pupuk harus berada pada daerah perekaran. Pupuk tanaman umumnya berbentuk cair, padat, dan gas. Pemberian pupuk dapat dilakukan dengan berbagai cara salah satunya dengan menggunakan alat dan mesin penyebar pupuk.

Alat dan Mesin Pemupukan

Alat dan mesin penyebar pupuk memiliki bentuk yang bermacam-macam tergantung dari bentuk pupuk yang akan diberikan. Beberapa faktor yang dapat mempengaruhi jenis dan jumlah pupuk yang harus di berikan, antara lain jenis tanaman yang akan di beri pupuk, sifat fisik dan kimia tanah.

Alat dan mesin pemupukan tanaman yang digunakan oleh petani di Indonesia umumnya masih menggunakan cara tradisional. Berdasarkan sumber tenaga penggerraknya, Alat dan mesin pemupuk dibagi menjadi 3 kelompok, yaitu : Alat pemupukan dengan sumber tenaga manusia, Alat pemupukan dengan sumber tenaga hewan dan Alat pemupukan dengan sumber tenaga mesin atau traktor.

Baca Juga :  Pentingnya Mengenal Fungsi Mist Blower dalam Pertanian Modern

1. Alat Pemupukan Dengan Sumber Tenaga Manusia

Adapun alat pemupukan dengan sumber tenaga manusia dibedakan menjadi 2, yaitu : Alat pemupukan tradisional dan alat pemupukan semi mekanis.

Alat Pemupukan Tradisional
Alat dan Mesin Pemupukan

Pemupukan dengan cara tradisional ini masih digunakan oleh para petani di Indonesia. Pemupukan dengan cara tradisonal biasanya menggunakan pupuk berbentuk butiran kecil yang di sebar dengan menggunakan tangan seperti gambar di atas, agar pupuk bisa sampai ke atas permukaan tanah.

Pupuk biasanya diangkut ke areal persawahan dengan menggunakan keranjang atau karung. Kelemahan pemupukan dengan cara tradisional ini adalah hanya bisa dilakukan jika menggunakan pupuk kering dan padat. Serta hasil dari sebaran pupuknya tidak merata.

Alat Pemupukan Semi Mekanis

Sama seperti alat pemupuk tradisional, alat pemupuk semi mekanis ini biasanya menggunakan pupuk berbentuk butiran kering dengan sumber tenaga utamanya Manusia. Cara pengoperasianya yaitu petani mendorong alat melalui tangkai pengendali seperti gambar diatas. Pengeluaran pupuk pada alat ini di atur oleh perputaran roda melalui rantai transmisi dan belt atau gigi.

Kelebihan alat pemupuk semi mekanis ini yaitu mampu menyebar pupuk sebanyak 100 kg sampai 1400 kg setiap hektar dengan jarak alur 30 cm. Sedangkan kapasitas corong pemasukan pupuk (hooper) antara 14 kg sampai 30 kg. Hasil pengujian yang dilakukan dibeberapa daerah penggunaan alat pemupukan semi mekanis ini memiliki kapasitas antara 12 sampai 13 jam setiap hektar pada lahan kering dan 15 sampai 16 jam per hektar pada lahan sawah. Dibandingkan dengan cara tradisional penggunaan alat pemupukan semi mekanis ini tentu memiliki hasil yang lebih baik. Beberapa bagian penting dari alat pemupuk semi mekanis antara lain:

  • Tangkai Kendali ( Berfungsi untuk mengendalikan alat agar jalanya lurus )
  • Corong Pemasukan ( Berfungsi untuk menyalurkan pupuk )
  • Roda Penggerak ( Berfungsi untuk memudahkan pergerakan alat dan sumber tenaga pengatur jatuhnya pupuk )
  • Pengatur Penjatuhan Pupuk ( Berfungsi untuk mengatur jumlah pupuk yang dikeluarkan )
  • Pembuka Alur ( Berfungsi untuk membuka tanah yang akan diberi pupuk )
  • Penutup Alur ( Berfungsi untuk menutup tanah yang telah diberi pupuk )
  • Saluran Pupuk ( Berfungsi untuk menyalurkan pupuk agar ketepatan penyebaran pupuk bisa lebih optimal )
Baca Juga :  Mengenal Alat Pemanen Tebu

Alat pemupukan semi mekanis lainnya adalah alat penyemprot atau sprayer. Penggunaan alat ini di khususkan untuk jenis pupuk berbentuk cair.

2. Alat Pemupukan Dengan Sumber Tenaga Hewan

Jenis pupuk yang biasanya digunaka pada alat pemupuk dengan sumber tenaga hewan adalah berbentuk padatan. Pada penyebaran pupuk butiran biasanya menggunakan alat yang dilengkapi dengan 2 buah roda. Sedangkan pada alat pemupukan dengan sumber tenaga hewan menggunakan 4 roda.

Dalam mekanismenya penyebaran pupuk tergantung pada perputaran roda. Biasanya alat alat ini dikaitkan dengan alat penanam benih. Untuk menggunakan alat ini membutuhkan dua orang yang satu bertugas untuk mengawasi jalannya pupuk dan satu lagi mengawasi jalannya hewan ternak atau alat. Alat ini penyebar pupuk ini memiliki lebar mencapai 2.50 cm dan beratnya mencapai 110 kg. Beberapa komponen penting dari alat pemupuk tanaman dengan sumber tenaga hewan, antara lain :

  • Corong Pemasukan ( Hooper ) berfungsi untuk menyalurkan pupuk kedalam tanah.
  • Tangkai Kendali berfungsi untuk mengendalikan jalannya alat atau hewan ternak.
  • Roda berfungsi untuk memperlancar jalannya alat
  • Pengatur penjatuhan pupuk berfungsi untuk mengatur jumlah pupuk yang akan dikeluarkan
  • Belt atau Rantai Transmisi berfungsi sebagai tenaga penyalur pupuk
  • Pembuka Alur berfungsi untuk membuka dan membongkar tanah yang akan diberi pupuk
  • Penutup Alur berfungsi untuk menutup tanah yang telah diberikan pupuk
  • Saluran Pupuk berfungsi agar posisi penjatuhan pupuk bisa lebih tepat

3. Alat Pemupukan Dengan Sumber Tenaga Traktor

Alat pemupukan yang digerakan dengan sumber tenaga traktor memiliki bentuk yang bermacam –macam. Berdasarkan jenis pupuk yang digunakan alat ini dibagi menjadi tiga kelompok, yaitu : Alat penyebar rabuk ( pupuk kandang ), Alat penyebar pupuk butiran, dan Alat penyebar pupuk cair dan gas.

Baca Juga :  Perencanaan Strategis Menjaga Stabilitas Harga Pupuk Urea Non-Subsidi 50 kg untuk Kesejahteraan Petani

Alat Penyebar Pupuk Kandang (Manure Spreader)
Pupuk kandang merupakan hasil dari sampingan pertanian yang memiliki banyak manfaat. Alat ini mampu menyebarkan pupuk dengan lebi seragam dan halus. Manure Spreader merupakan mesin yang membawa pupuk ke area ladang dan menyebarkannya secara merata keatas permukaan tanah.

Penyebaran pupuk dengan alat ini biasanya dilakukan sebelum pengolahan tanah tahap pertama. Hal ini bertujuan agar pupuk bisa bercampur dengan tanah secara merata. Dalam operasinya alat ini biasanya memiliki dua atau empat roda dan berada di belakang traktor dan ditarik oleh traktor tersebut.

Alat Penyebar Pupuk Butiran
Penggunaan pupuk butiran selalu meningkat setiap tahunnya. Hal ini dikarenakan efektivitas yang tinggi dari penggunaan pupuk butiran tersebut. Berikut beberapa karakteristik dari pupuk butiran yang memiliki kualitas terbaik, yaitu : Mudah untuk dibersihkan, Memberikan cakupan pemakaian yang luas, Peka terhadap gaya egitasi mekanis, dan Memiliki tingkat korosi yang minim.

Alat Penyebar Pupuk Cair dan Gas
Di Indonesia penggunaan pupuk cair dan gas masih belum populer. Sedangkan di Negara maju seperti di Amerika penggunaan pupuk cair sudah lama dilakukan yaitu pada tahun 1947. Pupuk cair dapat disebarkan meski dengan tekanan yang kecil bahkan tanpa tekanan sekalipun. Penempatan pupuk cair dapat dilakukan dengan tiga cara, yaitu : Penempatan dibawah permukaan tanah, Penempatan pada permukaan tanah dan Penempatan dalam air irigasi.

Demikian artikel mengenai alat dan mesin pemupukan dalam industri pertanian. Semoga bermanfaat!

 

Artikel Terkait

Bagikan: