Mengenal Alat dan Mesin Penanganan Bahan

Eiji

Alat dan Mesin Penanganan Bahan – Proses penanganan bahan mencakup operasi dasar yang berhubungan dengan perpindahan bahan atau produk dalam jumlah massal maupun individual dalam kondisi padat ataupun semipadat, yang dilakukan secara manual atau dengan peralatan yang digerakan oleh mesin untuk kegiatan pabrikasi, pemrosesan dan pelayanan.

Proses penaganan bahan tidak dapat menambah nilai dari suatu produk tetapi justru akan menambah biaya produksi karena pelanggan harus membayar lebih akibat proses penanganan bahan tersebut. Maka dari itu proses penanganan bahan harus dijaga seminimal mungkin. Penanganan bahan yang buruk dapat menyebabkan terjadinya keterlambatan yang efeknya akan membuat peralatan berhenti bekerja.

Penanganan bahan merupakan ilmu dan seni yang melibatkan penanganan, gerakan, dan penyimpanan bahan selama beberapa tahap pembuatan. Dengan demikian fungsi dari penanganan bahan mencakup setiap pertimbangan produk, kecuali operasi pemrosesan yang sebenarnya.

Alat dan mesin penanganan bahan sudah banyak dibidang pertanian, baik dilahan maupun didunia industri. Penggunaan alat dan mesin penanganan bahan dalam pada lahan pertanian biasanya digunakan untuk mengangkut hasil pertanian dari kebun menuju trailer, gudang, tempat produksi, dan lainnya. Alat dan mesin penganganan bahan yang biasanya digunakan pada lahan pertanian adalah conveyor.

Conveyor merupakan suatu alat yang digunakan untuk memindahkan bahan atau produk antara dua stasiun kerja tetap baik secara continue maupun intermiten, dengan jenis material satuan ataupun material curah. Penggunaan conveyor sangat memudahkan untuk memindahkan bahan dari suatu tempat menuju tempat lainnya secara continue berapapun jumlahnya. Conveyor banyak digunakan untuk kegiatan produksi berkelanjutan atau massal.

Alat dan Mesin Penanganan Bahan

Berikut beberapa jenis conveyor yang biasa digunakan dalam kegiatan pertanian baik dilahan maupun di Industri :

Baca Juga :  Transformasi Industri Sawit: 6 Produk Teknologi Cerdas 4.0 yang Mendorong Inovasi Kelapa Sawit
1. Belt Conveyor

Belt Conveyor merupakan suatu alat yang berfungsi untuk memindahkan bahan atau hasil produk pertanian sepanjang arah horizontal atau dengan tingkat kemiringan tertentu yang berlangsung secara continue. Bahan atau produk yang dapat diangkut dan dipindahkan dengan menggunakan alat ini adalah meterial jenis unit load dan bulk material. Material unit load adalah bahan atau produk yang dapat dihitung jumlahnya satu persatu, seperti kotak, kantung, balok dan lain-lain.

Sedangkan bulk material adalah material atau bahan yang berupa butiran, bubuk dan serbuk.
Penggunaan belt conveyor banyak digunakan dalam berbagai macam jenis industri, dalam bidang pertanian penggunaan belt conveyor banyak digunakan untuk membantu memindahkan hasil panen dari kebun atau pada kegiatan industri pengolahan tebu menjadi gula.

Sistem belt conveyor mempunyai prinsip kerja yang sederhana, dimana belt conveyor akan memindahkan bahan atau produk apa saja yang ada diatas belt. Setibanya umpan di head, maka bahan atau produk akan ditumpahkan karena belt bergerak berbalik arah. Belt conveyor digerakan oleh head pulley dan drive yang menggunakan motor penggerak. Head pulley tersebut akan menarik belt conveyor dengan memanfaatkan gesekan antara permukaan drum dan belt dengan kapasitas yang bergantung pada gaya gesekannya.

2. Roller Conveyor

Roller conveyor merupakan jenis conveyor yang menggunakan roller sebagai penumpu utama untuk memindahkan bahan atau produk. Roller conveyor mempunyai lintasan yang tersusun atas rangkaian roller yang diposisikan tegak lurus terhadap arah pemindahan bahan atau produk.
Agar bahan atau produk bisa dipindahkan dengan menggunakan roller conveyor, maka bahan atau produk tersebut harus memiliki bagian permukaan bawah atau alas yang datar.

Hal tersebut bertujuan agar bahan atau produk tersebut dapat menduduki bagian atas dari rangkaian roller. Roller conveyor hanya bisa digunakan untuk memindahkan bahan atau produk dalam bentuk unit saja. Barang unit ini juga harus memiliki berat dan dimensi tertentu agar dapat ditransportasikan diatas roller conveyor. Roller conveyor tidak bisa digunakan untuk memindahkan bahan atau produk dalam bentuk bulk atau butiran. Jika memang harus memindahkan barang dengan dalam bentuk bulk dengan menggunaka roller conveyor, maka bulk tersebut harus dikemas terlebih dahulu kedalam bentuk unit agar dapat ditransportasikan dengan menggunakan roller conveyor.

Baca Juga :  Menggali Potensi Baru Alat-alat Modern yang Mengubah Cara Kita Bekerja dan Bermain
3. Wheel Conveyor

Wheel conveyor atau sering juga disebut skate wheel conveyor merupakan versi alternatif konveyor rol tanpa menggunakan daya. Wheel conveyor umumnya digunakan untuk memindahkan bahan atau produk yang memiliki ukuran yang cukup besar. Contohnya pada pemindahan kotak pada jalur pengemasan.

Pada sistem wheel conveyor serangkaian roda dipasang ke berbagai bentuk rel conveyor dan dengan berbagai pola roda untuk mengkonfigurasi jalur wheel conveyor, baik dalam jalur horizontal maupun jalur aliran gravitasi.

4. Chute Conveyor

Chute Conveyor merupakan alat pemindahan bahan yang paing sederhana yang dioperasikan dengan sistem gravitasi. Dan merupakan salah satu sistem pemindahan bahan atau produk yang paling murah. Chute conveyor sering digunakan untuk menyediakan akumulasi diarea pengiriman, chute conveyor dapat digunakan untuk memindahkan barang antar lantai dan pada luasan area yang terbatas.

Kekurangan utama dari mesin chute conveyor adalah kurangnya kontrol terhadap bahan atau produk yang dipindahkan. Bahan atau produk yang dipindahkan seringkali bergeser atau berputar sehingga sering menyebabkan kemacetan dan penyumbatan pada jalur lintasan. Jenis bahan atau produk yang biasa dipindahkan melalui chute conveyor adalah bahan atau produk yang sudah dikemas ke dalam kotak untuk menghindari kerusakan.

5. Slat Conveyor

Slat conveyor banyak digunakan untuk memindahkan bahan atau produk yang tidak stabil, memiliki bentuk yang tidak beraturan, serta bahan atau produk yang memiliki permukaan bawah tidak rata. Slat conveyor terdiri dari rantai yang digerakan oleh motor listrik yang berjalan melalui roda gigi reduksi dan sproket, dengan bilah pelat terpasang untuk membawa bahan atau produk.

Bahan atau produk yang dipindahkan dengan menggunakan slat conveyor biasanya adalah barang-barang yang berukuran besar dan memiliki bobot yang sangat berat.

Baca Juga :  Meningkatkan Produktivitas Pertanian: Cara Efektif Membajak Sawah di Lahan Sempit Terasering Menggunakan Traktor
5. Bucket Elevator

Bucket Elevator sering digunakan dalam proses pengangkutan pada kemiringan yang sangat curam. Umumnya bucket elevator terdiri dari timba-timba (bucket) yang diangkut oleh rantai atau sabuk yang bergerak. Timba atau bucket yang digunakan memiliki beberapa bentuk sesuai dengan fungsinya masing-masing.

Ada tiga bentuk bucket yang biasa digunakan, seperti Minneapolis type, Bucket for wet or sticky materials, dan Stamped steel bucket for crushed rock.

  • Minneapolis type, bentuk bucket jenis ini digunakan untuk mengangkut butiran dan bahan kering yang sudah lumat.
  • Bucket for wet or sticky materials, bucket jenis ini biasa digunakan untuk mengangkut bahan atau produk yang cenderung lengket.
  • Stamped steel bucket for crushed rock, bucket jenis ini digunakan untuk mengangkut bonghan-bongkahan besar dan bahan yang berat.
6. Screw Conveyor

Alat dan Mesin Penanganan Bahan

Screw Conveyor banyak digunakan dalam industri untuk memindahkan bahan atau produk semi padat berbentuk halus atau bubur, seperti limbah serpihan kayu, agregat, biji-bijian sereal, daging, pakan ternak dan sebagainya.

Screw conveyor biasa dipasang secara horizontal atau sedikit miring. Screw conveyor merupakan alat yang digunakan untuk memindahkan bahan atau produk dengan memanfaatkan fungsi screw. Screw merupakan sebuah pisau yang berpilin atau dikenal dengan istilah flight, yang mengelilingi suatu sumbu sehingga memiliki bentuk yang menyerupai screw.

Demikian ulasan mengenai alat dan mesin penanganan bahan yang biasa digunakan dalam bidang pertanian. Semoga bermanfaat!

Artikel Terkait

Bagikan:

Tags