Mengenal Alat dan Mesin Pasca Panen

Eiji

Alat dan Mesin Pasca Panen – Seiring dengan perkembangan teknologi yang semakin maju, kini kegiatan budidaya tanaman dalam Industri Pertanian berkembang dengan sangat pesat. Kegiatan budidaya tanaman merupakan kegiatan yang mengutamakan jumlah produksi yang dihasilkan agar dapat memenuhi kebutuhan masyarakat.

Para petani di Indonesia sering mengalami kehilangan hasil produksinya pada saat melakukan kegiatan panen maupun pasca panen. Hal ini yang mendorong terciptanya teknologi yang mampu mengatasi permasalahan tersebut. Kehilangan produksi hasil pertanian sering kali terjadi pada saat melakukan kegiatan panen dilahan, sedangkan pada kegiatan pasca panen kehilangan hasil produksi pertanian sering terjadi ketika melakukan kegiatan pembersihan dan penggilingan.

Penggunaan alat dan mesin dalam melakukan kegiatan pasca panen merupakan upaya untuk meminimalisir kehilangan dan mempersingkat waktu pekerjaan. Penanganan pasca panen merupakan upaya yang dilakukan untuk mengurangi susutan, kehilangan hasil panen dan mempertahanka kualitas dari hasil panen.

Mesin pasca panen memiliki banyak jenis dan fungsinya, diantaranya mesin penggiling padi, mesin penepung, mesin pengupas kulit kopi, mesin penyangrai kopi, mesin pengering biji-bijian, mesin konveyor dan mesin-mesin yang lainnya.

Alat dan Mesin Pasca Panen

Mesin pasca panen dikelompokkan menjadi beberapa macam yaitu di antaranya : Mesin perontokan, mesin penanganan bahan, mesin pembersihan, sortasi, grading, mesin pengecil ukuran dan mesin pengering. Untuk lebih jelasnya mengenai mesin-mesin pasca panen, akan kita bahas dibawah ini.

Alat dan Mesin Perontokan

Kegiatan perontokan merupakan kegiatan yang dikerjakan setelah kegiatan panen selesai dilakukan. Contohnya kegiatan perontokan pada tanaman padi. Jika biasanya perontokan padi dilakukan secara manual atau sering disebut gebot atau iles. Namun kini teknologi alat dan mesin perontokan padi sudah sangat maju dan memiliki banyak tipe perontok. Prinsip atau cara kerja dari mesin perontokan padi ini betujuan untuk memisahkan butir gabah dari tangkai malainya. Alat dan mesin perontok padi memiliki beberapa jenis yaitu:

Baca Juga :  Mengungkap 6 Fungsi Penting Garu Sisir dalam Perawatan Rambut dan Cara Pemakaiannya yang Benar

a. Pedal Thresher

Alat perontok padi yang pertama yaitu Pedal Thresher. Alat perontok ini memiliki kontruksi yang sederhana dan dapat dibuat sendiri oleh petani. Alat perontok ini dapat dioperasikan oleh satu orang operator saja.

Alat perontok ini pada umumnya hanya dipakai untuk merontokkan padi potong bawah. Meskipun cara kerja pedal thresher tidak menggunakan mesin sebagai tenaga penggeraknya, namun alat ini terbilang cukup efektif dan efisien. Selain itu komponen bahannya pun cukup terjangkau di kalangan masyarakat, khususnya masyarakat pedesaan.
Keunggulan dari Pedal Thresher, antara lain :

  • Lebih hemat tenaga dan waktu kerja dibandingkan dengan perontokan sistem iles dan gebot
  • Bobotnya yang ringan sehingga mudah untuk dibawah ke area persawahan
  • Cukup dioprasikan oleh satu orang
  • Mudah digunakan dan mampu mengurangi susut hasil panen
  • Mudah dibuat oleh pengrajin/bengkel terbuat dari bahan konstruksi yang sederhana dan tersedia di pedesaan sehingga mudah dibuat oleh pengrajin/bengkel.

b. Thresher Tipe Drum (Silinder) Tertutup

Thresher tipe drum (silinder) tertutup memiliki konstruksi yang sederhana dan terbuat dari bahan logam besi yang ringan sehingga mudah dibawa ke tengah lapangan oleh dua orang. Thresher jenis ini sudah menggunakan sumber tenaga penggerak enjin bensin 5 HP. Thresher tipe drum silinder hanya cocok untuk merontok padi saja dan tidak bisa digunakan untuk jenis tanaman lainnya.

Thresher jenis ini memiliki kapasitas kerja sebesar 500 kg per jam dan dioperasikan oleh 2 sampai 3 orang operator. Namun kualitas hasil perontokkannya masih sangat kotor sehingga perlu dilakukan pembersihan lebih lanjut.

c. Thresher Tipe Drum (Silinder) Terbuka

Thresher tipe drum (silinder) terbuka merupakan hasil pengembangan modifikasi dari thresher tipe drum tertutup. Thresher jenis ini bisa digunakan untuk merontokan komoditas padi dan kedelai. Thresher tipe drum (silinder) terbuka mampu mengeluarkan hasil perontokan padi yang relatif bersih karena telah dilengkapi dengan alat pengayak.

Baca Juga :  Toko Tanaman Hias di Bali: Pilihan Terbaik untuk Kebutuhan Tanaman Anda

Kapasitas kerja thresher jenis ini hampir sama dengan thresher tipe drum tertutup namun kualitas biji-bijian yang dihasilkan lebih bersih. Thresher jenis ini memiliki sumber tenaga penggerak enjin diesel atau enjin bensin 7 hp. Adapun bobot total keseluruhan dari Thresher jenis ini hampir dua kali lipat dibanding dengan thresher tipe drum tertutup.

d. Thresher Mobil Tipe Aksial

Thresher jenis ini mempunyai kapasitas kerja sangat besar yaitu mencapai 800 hingga 1000 kg per jam. Thresher Mobil Tipe Aksial memiliki bobot keseluruhan mesin sebesar 465 kg. Thresher jenis ini memiliki banyak keunggulan jika dibandingkan dengan jenis thresher tipe lainnya yaitu diantaranya :

  • Thresher jenis ini sangat mobile, karena dapat ditarik oleh traktor, truk, ataupun hewan
  • Thresher ini memiliki kapasitas kerja yang sangat besar yaitu mencapai 1 ton per jam
  • Thresher Mobil Tipe Aksial memiliki sumber daya gerak enjin 10 HP.
  • Tenaga operator yang dibutuhkan untuk mengoperasikan thresher jenis ini yaitu 3 sampai 4 orang yang bertugas untuk mengumpan, merontok, dan pengepakan
  • Mudah dioperasikan
  • Hasil perontokannya sudah bersih

Berikut beberapa hal yang harus diperhatikan dalam pengoperasian thresher mobil tipe aksial :

  • Diperlukan perhatian khusus saat menarik/menggandeng thresher aksial ini menuju area persawahan karena memiliki bobot dan volume yang cukup besar
  • Di perlukan lembaran kanvas, platik, atau terpal yang digunakan mengurangi susut tercecer akibat pemindahan tumpukan bahan ke meja pengumpan.
  • Harus memperhatikan arah angin saat merontokan padi agar operator dapat terhindar dari arah balik debu halus hasil perontokan yang dapat menerpa wajahnya.
  • Mesin harus ditempatkan di area lahan yang benar-benar datar. Hal ini bertujuan agar bijian tidak hanya mengumpul di sisi pinggir pengayak saja. Agar proses pengayakan dapat berjalan dengan lancar.
  • Gunakan penopang pada roda agar mesin tidak bergeser karena getaran yang keras pada saat proses perontokan.
Baca Juga :  Perbedaan Pertanian Modern dan Tradisional: Kunci Sukses Bertani di Era Baru

Alat dan Mesin Penanganan Bahan

Penanganan bahan yang buruk dapat mengakibatkan terjadinya keterlambatan yang efeknya akan mebuat peralatan berhenti bekerja. Penanganan bahan juga dapat diartikan sebagai fungsi yang berhubungan dengan persiapan, penempatan, dan penentuan posisi bahan dan penyimpanannya.

Penanganan bahan merupakan sebuah ilmu dan seni yang melibatkan gerakan, penanganan, dan penyimpanan bahan dalam beberapa tahap pembuatan. Alat dan mesin penanganan bahan telah banyak digunakan di bidang pertanian, baik di lahan pertanian warga maupun di dunia industri.

Pada lahan pertanian biasanya penggunaan alat dan mesin penanganan bahan biasanya digunakan untuk mengangkut hasil panen dari kebun menuju trailer, gudang, tempat produksi, dan lain-lain. Adapun alat dan mesin penanganan bahan yang biasa digunakan pada lahan pertanian adalah conveyor.

Conveyor merupakan suatu alat yang berfungsi untuk memindahkan bahan pasca panen antara dua stasiun kerja tetap, baik secara kontinu atau intermiten, dengan jenis material curah maupun material satuan. Penggunaan conveyor dapat memudahkan pemindahan bahan dari satu tempat ke tempat lain secara kontinu berapapun jumlahnya.

Itulah artikel mengenai alat dan mesin pasca panen. Penggunaan alat dan mesin dalam melakukan kegiatan pasca panen merupakan upaya untuk meminimalisir kehilangan dan mempersingkat waktu pekerjaan.

Artikel Terkait

Bagikan: